Rabu, 26 September 2018

Coretan kisah part2


ketika sang waktu terbitkan pajar
rumput hijau mulai bercak cahaya kecil
ketika raga terbangun dari kekalutan
sinar sang mentari membangkitkan kebugaran yang kaku
memang indah, tapi itu hanya satu detik saja.
ketika malam mulai menampakkan gelapnya
bulan beserta bintang itu bagai tak berarti apa2
bulan memang memancarkan cahaya nya yang indah di kegelapan itu
bintang pun juga tak obahnya seperti gemerlapan yang begitu indah
namun apa artinya cahaya yang terang dan kelipan indahnya ribuan bintang
jika tatapan yang terlihat hanyalah tatapan kosong belaka.

jujur ku akui semuanya indah
baik yang terlihat oleh mata
yang terdengar oleh telinga
maupun dirasakan hati disaat bersama
tapi bukan keindahan itu yang aku rindukan

ruang kosong masih tersusun rapi itu begitu terasa terisi
namun ruang beku yang masih membeku tetap membeku
sesaat aku masih berpikir apa ini yang diakatakan cinta???


namun tak bisa ku pungkiri aku bahagia
bahagia ketika menghabiskan waktu dengannya
bahagia ketika ketawa bersamanya
dan bahagia jika kebahagiaan ku ini harus ku akhiri
karena aku sadar aku bukanlah sosok yang tepat tuk melengkapinya
ku akui aku punya rasa yang begitu besar
namun disisi lain aku juga harus menyadari
rasa ku itu tidak lebih seperti sosok kehadiran senja
senja yang menjadi penutup dikala sinar mentari lelah menyinari bumi
senja yang menjadi pembuka dikala kegelapan malam menyapa.
namun disaat pajar membuka celah cahaya
ada sang mentari dengan sinarnya yang begitu terang siap tuk menemani siangnya
dan disaat gelap malam itu datang
ada bulan yang sudah menyiapkan ribuan bintang tuk menerangi dan menghiasi kelabunya malam yang gelap.

jadi kehadiran ku itu hanya akan merusak proses terjadinya pelangi ketika hujan reda
penggelap langit ditengah cerahnya sinar mentari
dan pembatas sepasang MATA yang memandang

tidak..!!!
meski ku tau sulit untuk ku menghapus pelangi yang sudah terpatri indah dilangit ku
namun aku tidak akan pernah membiarkan mahkota yang seharusnya sudah menjati dikepala raja harus jatuh hanya karena untuk melihat keindahan pelangi yang menjulang tinggi dilangit yang biru..
walau tak mungkin mampu tuk kuhapus hal yang seharusnya tak ada
akan ku coba tuk menghapusnya, walaupun nanti resikonya kerapuhan pada diri ku.
aku ikhlas asalkan sayap yang seharusnya saat ini sudah terbang jauh
bisa meraih bulan seperti yang sepasang raja wali itu harapkan.
biarlah semua yang menjadi luka itu tergores jelas di tubuh ini.

kamu harus bahagia, karena kebahagiaan itu wajib untuk kau dapat kan.
walaupun untuk meraihnya aku yang harus lenyap dihadapanmu.

semoga kamu bahagia tanpa sosok bayangan ku
seperti bahagia yang kamu impikan selama ini...

Jumat, 21 September 2018

Coretan kisah

Dibatas kota yang begitu sunyi sebulan lamanya kita tidak bertemu, bertegur sapa, bercerita
Apakah kau benar-benar sudah melupakanku?
Hmm....
mungkin benar kau telah melupakanku
Aku tidak berharap kau datang kembali,

yang aku harapkan janganlah kita memutuskan silaturahmi
yang diakibatkan kita tidak bersama seperti dahulu lagi.

Terima kasih yang sebesar-besarnya
untukmu yang sempat memberikan sepercikan kebahagian dalam hidupku,
yang telah memberikan begitu banyak pengalaman
sehinga suatu saat nanti aku bisa menghadapi situasi yang tak pernah aku inginkan seperti yang aku rasakan saat ini.