Aku ibaratkan seperti akar
Akar yang tak memiliki sisi yang istimewa
Warnaku pun tak menarik
Sedangkan kau ibarat seperti mawar
Warna yang kau tebarkan begitu indah, glamor seperti mahkota seorang raja
Wajar begitu banyak sang kumbang yang menghampirimu
Mungkin itu yang membuatmu berpaling kepada yang lain
Kau lebih memilih sang kumbang yang gagah perkasa
Yang memberikan saripati yang begitu manis
Dibandingkan aku yang seperti akar
Kau hanya melihat dari apa yang terlihat dari matamu
Kau tak pernah melihat sisi kebaikan yang dibuat oleh akar
Akar yang tak pernah mengeluh mencarikan air untuk tanaman termasuk dirimu (mawar)
Kenapa....?
Kenapa aku selalu ingat
Entahlah aku pun bingung untuk mendefinisikan nya
Sekarang aku baru mengerti
Dibalik keindahan bunga mawar ada duri-duri yang begitu tajam
Dan duri itu ternyata untuk menusuk, menghujam keras padaku
Hmm... sudah lah
Mungkin kayu yang aku sangahkan selama ini untuk menopang dia sudah rapuh tak sekuat dahalu lagi
Dan dia pun datang membawa penopang yang begitu kuat, tanguh, serta bentuknya yang glamor
Terima kasih kau telah memberikan aku begitu banyak pelajaran, pengalaman dalam hidup ini